Demam adalah reaksi alami tubuh melawan infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme asing yang menyerang sistem imun. Ini membuat tubuh anak mengalami peningkatan suhu, biasanya di atas 38°C, hingga mungkin juga komplikasi akibat tubuhnya berusaha mengalahkan faktor jahat yang masuk ke tubuh.
Agar Anda bisa mengantisipasi komplikasi yang terjadi saat anak demam, yuk cari tahu apa saja bentuk komplikasi demam pada anak dalam kelanjutan artikel ini!
Dehidrasi
Komplikasi demam yang pertama adalah dehidrasi atau kehilangan cairan dalam tubuh. Saat demam, anak cenderung tidak berenergi untuk berbuat apa-apa lantaran tubuhnya tidak nyaman. Hal ini membuat anak lupa atau malas memenuhi kebutuhan cairan hariannya melalui minum air putih.
Dampaknya, anak mengalami dehidrasi yang ditandai dengan mulut dan bibir kering, urine berwarna kuning gelap, volume buang air kecil berkurang, dan tubuh sangat lemas. Jika anak sampai mengalami dehidrasi parah, ia juga bisa menangis tanpa air mata, memiliki kulit yang berkerut, atau terus mengantuk.
Halusinasi dan delirium
Komplikasi demam pada anak lainnya adalah halusinasi dan delirium. Halusinasi saat demam dapat terjadi akibat peningkatan iritabilitas pada sel-sel otak. Hal ini membuat metabolisme tubuh menjadi lebih cepat, sehingga tubuh lebih aktif dan sel-sel otak lebih peka terhadap rangsangan.
Sementara itu, delirium dapat terjadi ketika kesadaran anak menurun, sehingga membuatnya linglung atau kebingungan. Supaya anak tidak sampai mengalami dua komplikasi ini, Anda sebagai orang tua tentu perlu mengetahui apa saja cara mengatasi demam tinggi, salah satunya adalah memberikan kompres air hangat dan mencukupkan cairan tubuhnya.
Kejang
Komplikasi terakhir adalah kejang, yang dipicu oleh oksigen tidak sampai ke otak. Menurut laman KlikDokter, kejang akibat demam sebetulnya bukan kondisi yang berbahaya. Namun, situasi ini akan membuat anak kehilangan kesadaran, bibir membiru, dan otot berkedut atau tegang. Umumnya, kejang karena demam tinggi juga berlangsung selama 2-10 menit.
Nah, itulah dia beberapa komplikasi yang dapat terjadi ketika anak mengalami demam, terutama demam tinggi. Semoga informasi di atas, sebagaimana informasi cara mengatasi demam tinggi, bermanfaat untuk Anda dan si kecil.

