Injeksi beton merupakan salah satu langkah yang bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi beton yang keropos dan bercelah. Langkah ini dilakukan dengan menyuntikkan obat khusus pada pasien.
Perlu diketahui bahwa kerusakan seperti retak pada struktur beton ternyata terdiri dari beberapa jenis. Jadi, Anda bisa perhatikan dulu jenis retaknya sebelum melakukan langkah perbaikan yang tepat.
Jenis-Jenis Retak pada Struktur Beton
Retak pada struktur beton merupakan salah satu hal yang sebenarnya cukup sering terjadi. Masalah retak ini bisa terjadi karena banyak faktor mulai dari kualitas material yang buruk hingga cara pencampuran yang salah.
Tentunya, masalah retak yang muncul pada struktur beton bisa saja berbeda. Jenis retak yang berbeda tentu juga akan membutuhkan langkah perbaikan yang tidak sama.
Berikut akan dibahas mengenai jenis-jenis retak yang biasanya dijumpai pada sebuah struktur beton.
● Retak Struktural
Pertama, ada jenis retak struktural. Sesuai namanya, jenis retak ini ditemukan pada struktur beton itu sendiri.
Retak struktural juga secara spesifik dibagi menjadi beberapa jenis retak. Pertama, ada retak lentur yang terjadi karena adanya momen lentur pada pelat beton.
Biasanya retak lentur banyak dijumpai terletak sejajar sumbu memanjang elemen.
Kemudian, ada retak geser yang sesuai namanya disebabkan oleh adanya gaya geser pada struktur beton. Jika retak lentur sejajar, maka jenis retak geser biasa membentuk pola yang diagonal.
Retak yang disebabkan oleh beban berlebih dan korosi tulangan juga masuk ke dalam jenis retak struktural. Jelas keduanya disebabkan oleh beban berlebih pada beton dan korosi yang menyerang tulangan besi.
● Retak Non-Struktural
Selanjutnya, ada jenis retak non-struktural. Jenis retak ini disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar struktur beton itu sendiri.
Pertama, ada jenis retak susut plastis yang disebabkan oleh penyusutan air terlalu cepat sebelum beton mengeras. Lalu, ada retak susut kering yang disebabkan penyusutan air setelah beton mengeras.
Retak rambut dan retak akibat perubahan suhu juga masuk ke dalam jenis retak non-struktural. Retak rambut memiliki bentuk retakan yang halus dan tidak terhubung.
Sementara itu, retak akibat perubahan suhu biasanya akan memicu pemuaian dan penyusutan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan suhu yang terjadi di lingkungan tersebut.
Kemudian, ada juga yang dinamakan retak efloresensi. Dalam jenis retak ini, terjadi proses pengendapan garam mineral di permukaan beton karena pergerakan air yang mengangkut garam.

Cara Penanganan Retak pada Struktur Beton
Perlu diketahui bahwa retak yang ada pada struktur beton sebaiknya segera diatasi. Retak kecil sekalipun bisa menyebabkan kerusakan dan gangguan yang fatal jika tidak segera diatasi.
Tentunya, penanganan retak struktur beton ini harus dilakukan dengan tepat. Berikut adalah cara penanganan retak pada struktur beton yang bisa dilakukan.
● Pembersihan Area yang Retak
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan area yang retak. Langkah pembersihan ini perlu dilakukan agar bisa terlihat jelas bagian mana saja yang retak dan seperti apa masalahnya.
Solusi perbaikan harus menyesuaikan seberapa parah retak dan seperti apa jenis retaknya. Itulah mengapa perlu dilakukan pembersihan terlebih dahulu.
● Pemilihan Bahan Grouting
Pada jenis kerusakan berupa retak, grouting merupakan solusi perbaikan yang dianggap tepat. Langkah ini dilakukan dengan menyuntikan semen grouting untuk mengisi dan menutup keretakan.
Penting sekali untuk memastikan bahan semen yang digunakan punya kualitas tinggi. Semen grouting harus bisa menutup retak secara sempurna dan punya ketahanan yang bagus.
● Pengaplikasian Bahan Grouting
Ini merupakan tahap perbaikan yang paling penting. Setelah mendapatkan semen grouting yang berkualitas baik, maka berikutnya pastikan langkah pengaplikasian material dilakukan dengan tepat.
Teknik ini dijalankan dengan menyuntikkan material semen ke bagian beton yang mengalami retak atau biasa juga disebut dengan proses injeksi beton.
● Aplikasi Lapisan Pelindung
Pada beberapa kasus, lapisan pelindung perlu diaplikasikan setelah grouting selesai. Lapisan pelindung yang biasa dipakai seperti epoxy dan sealant beton yang bisa meningkatkan ketahanan.
Sesuai namanya, lapisan ini akan membantu memberi perlindungan struktur beton. Retak dan celah yang merusak kekuatan struktur beton dapat dicegah dengan adanya lapisan ini.
● Lakukan Perawatan dan Pemeliharaan
Jika retak pada struktur beton sudah diperbaiki dan ditutup, maka hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah merawat dan memeliharanya dengan baik.
Cara termudah untuk memelihara struktur beton setelah perbaikan adalah dengan memeriksanya secara rutin. Pemeriksaan rutin akan membantu Anda mendeteksi jika ada retak halus sebagai salah satu tanda kerusakan struktur beton.
Perbaikan Retak pada Struktur Beton dengan Semen Sika
Jenis retak apapun sebaiknya memang langsung diperbaiki dengan cara yang tepat. Perbaikan menggunakan produk semen grouting dari Sika akan menjadi sebuah keputusan terbaik.
Sikadur 752 dan Sikadur 31 CF Normal merupakan pilihan varian produk Sika yang bisa diandalkan. Keduanya memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menutup celah dan rongga.
Sikadur 752 memiliki viskositas yang rendah dan kekuatannya sangat baik dalam menutup celah. Produk ini cocok digunakan pada situasi lingkungan yang lembap maupun kering.
Kemudian ada Sikadur 31 CF Normal yang memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan lembap. Bahan ini punya sifat adhesi yang sangat baik dan memiliki perekat berkekuatan tinggi.
Sika sudah memiliki pengalaman selama 114 tahun dan menjadi bagian dalam berbagai jenis proyek besar.
Salah satu contoh proyek yang dipegang oleh Sika adalah Pabrik Produksi Volkswagen di Polandia. Sika adalah brand pertama yang mencetuskan semen waterproofing di Indonesia.
Sikadur 752 dan Sikadur 31 CF Normal memiliki banyak kelebihan dan efektif menutup retak pada struktur beton. Silakan klik di sini untuk mengakses informasi lebih lengkap mengenai produk-produk semen grouting untuk injeksi beton terbaik dari Sika.

